Ketika Kharisma memutuskan menempuh studi doktoral ke UniSZA, Malaysia, ia tahu perjalanan ini tidak akan mudah. Ia berangkat dengan biaya sendiri, meninggalkan istri dan anak-anak yang masih kecil, membawa harapan besar sekaligus keraguan yang tak terucap.
Di negeri orang, ia berhadapan dengan tekanan akademik, kritik supervisor, krisis keuangan, dan rasa minder yang perlahan menggerus kepercayaan dirinya. Malam-malam panjang di kamar asrama, rindu yang menyesakkan, serta doa-doa sunyi di ruang sholat kecil kampus menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangannya.
Namun di tengah kelelahan, Kharisma menemukan sesuatu yang tak pernah ia duga: persahabatan yang tulus, kekuatan doa, dan keberanian untuk jujur pada dirinya sendiri.
Dari Jendela UniSZA bukan sekadar kisah tentang meraih gelar akademik. Ini adalah cerita tentang bertahan, tentang jatuh dan bangkit, tentang rindu yang menguatkan, dan tentang perjalanan menemukan makna diri di tengah keterbatasan.
Sebuah novel inspiratif yang mengajak pembaca menyadari bahwa terkadang, yang paling penting dari sebuah perjalanan bukanlah garis akhirnya melainkan siapa kita ketika sampai di sana.

Reviews
There are no reviews yet.